AWARD

Investor Award 2015


PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk meraih Investor Awards 2015 dari Majalah Investor Indonesia, sebagai perusahaan publik yang memiliki kinerja memuaskan pada tahun 2015. Tiphone meraih penghargaan untuk Sektor Perdagangan dan Jasa. Majalah Investor memberikan penghargaan untuk 13 emiten karena menjadi yang terbaik di masing-masing sektor usaha yang digelutinya.

Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa (11 Mei 2015).

Berdasarkan kesepakatan tim juri, pemeringkatan mengacu pada sembilan persyaratan seleksi awal untuk menyaring emiten yang dinilai layak diikutkan dalam pemeringkatan. Persyaratan pertama tentang kepatuhan emiten dalam mempublikasikan laporan keuangan tahun buku 2014. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), publikasi laporan keuangan tahunan selambatnya tanggal 31 Maret tiap tahun, kecuali emiten dual listing yang diberi toleransi hingga 15 April setiap tahun.

Kedua, emiten yang dilibatkan dalam pemeringkatan harus sudah tercatat di Bursa Eefek Indonesia (BEI) sebelum tahun 2014. Ketiga, tidak mendapat opini disclaimer dan adverse dari akuntan publik. Keempat, tidak membukukan rugi bersih dan rugi operasional tahun 2014. Kelima, memiliki ekuitas tidak kurang dari Rp 50 miliar.

Persyaratan keenam, saham emiten bersangkutan tergolong aktif (selama periode 1 April 2014 – 31 Maret 2015 tidak boleh tidak ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih). Ketujuh, laporan keuangan emiten yang diperingkat harus bertahun buku Desember. Kedelapan, memiliki ekuitas positif selama dua tahun terakhir, dan kesembilan memiliki jumlah pemegang saham lebih dari 300 pihak.

Setelah melalui tahapan seleksi awal terhadap 507 emiten, hanya 246 emiten yang dinyatakan layak diperingkat, sedangkan 261 gugur pada tahap seleksi awal. Jumlah yang lolos seleksi awal tahun ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 222 emiten. Dari 261 emiten yang tidak lolos seleksi, ada 77 emiten gugur karena terlambat mempublikasikan laporan keuangan atau menurun dari tahun lalu sebanyak 85 emiten, dan 94 emiten terganjal karena sahamnya tidak aktif diperdagangkan.