MEDIA

Tiphone - Arima

Tiphone Mobile Indonesia dan perusahaan pembuat ponsel asal Taiwan Arima Communication, berencana membuka pabrik ponsel di Indonesia yang terletak di lokasi Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat. Pendirian pabrik ponsel Tiphone tersebut juga diungkapkan sebagai kesepakatan dua perusahaan untuk membentuk persuhaan patungan atau Joint venture yang akan disepakati prosesnya dalam waktu dekat.

 
Dalam tahap pembangunan awal, pabrik ponsel ini diungkapkan dapat menampung sekiranya 200 hingga 300 orang tenaga kerja Indonesia. Pabrik ponsel Tiphone sendiri diungkapkan akan mulai dioperasikan pada Januari 2016. Perusahaan mengklaim kapasitas awal pabrik perakitan ini sebesar 300 ribu unit per bulan pada enam bulan pertama dan akan terus meningkat di waktu berikutnya.
“Kami berharap pada tahun pertama, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sudah bisa mencapai 20% dan ditargetkan akan meningkat beberapa tahun ke depan sesuai dengan peraturan pemerintah, dengan memanfaatkan sepenuhnya industri penunjang di dalam negeri,” jelas Tan Lie Pin, Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia, di Jakarta.
 
Dirinya menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan investor asing terhadap industri ponsel Tanah Air yang pasarnya masih akan terus berkembang. Selain itu, pendirian pabrik ponsel Tiphone di lndonesia ini merupakan salah satu komitmen perusahaan nasional tersebut dalam meningkatkan kandungan lokal (TKDN).
 
Menurut Tan Lie Pin, dipilihnya Arima karena perusahaan asal Taiwan ini telah memiliki pengalaman yang baik serta pengembangan ponsel cerdas Android. Ada beberapa merek global lainnya yang telah menggunakan jasa Arima seperti Motorola, Acer, LG, dan memenuhi kebutuhan perangkat untuk DoCoMo.
 
Selain itu, Arima juga diklaim miliki keunggulan Riset dan Pengembangan. Perusahaan diungkapkan telah memiliki empat ribu karyawan dan kira-kira seribu di antaranya ada dalam bidang departemen R&D (research and development), dan  sebanyak 550 orang bekerja di R&D di Taiwan serta 450 orang diChina.
 
“Kami berharap pada tahun depan setelah beroperasinya pabrik ini, R&D tidak lagi ada di Taiwan atau China, tetapi di lndonesia sepenuhnya,” kata Tan Lie Pin, yang biasa juga disapa Lily Salim ini. Selain memproduksi ponsel cerdas (OEM) untuk beberapa merek, anak perusahaan PT Adi Reka Mandiri ini juga akan memproduksi berbagai komponen ponsel untuk keperluan industri. Seperti halnya yang telah dilakukan Arima di Fujian, China dan Sao Paolo, Brasil.